13 manfaat hijab bagi wanita

Khasiat memakai hijab tidak hanya dekat dengan allah pula hendak dekat dengan batin yang bersih. berhijab menggambarkan kewajiban untuk tiap muslimah di dunia, karna berhijab menggambarkan salah satu dari sunnah rasullullah saw. dan juga menggambarkan syariat agama yang wajib dilaksanakan.

di masa saat ini ini, terus menjadi banyak para perempuan memakai hijab tanpa ketahui khasiat memakai hijab itu seorang diri. mayoritas dari mereka cuma ketahui kalau benar di anjurkan buat perempuan memakai hijab guna menutupi auratnya dan juga menghindari seluruh maksiat.

khasiat memakai jilbabtetapi mengerti kah kamu para perempuan? bukan cuma buat itu aja kita memakai hijab. tidak hanya buat tingkatkan ketaqwaan seseorang muslimah, berhijab pula mempunyai khasiat yang lain. berikut merupakan khasiat memakai hijab untuk kesehatan dan juga pastinya pula dalam memperdalam ajaran agama.

1. menaati perintah agamaberjilbab menggambarkan salah satu sunnah rasullullah saw dalam ajaran islam, maksudnya kala memakai hijab kita telah melaksanakan salah satu sunnah rasullullah dan juga mendekatkan diri kepada - nya.

2. terhindari dari godaan buat genit dan juga tidak sopandengan berjilbab perempuan muslimah hendak berpikir 100x buat bertabiat genit ataupun tidak sopan karna beban moral yang dia emban. untuk muslimah yang sungguh - sungguh dalam memakai hijab, dapat diyakinkan perbuatan ini semaksimal bisa jadi dihindari.

» Read More...

SEJARAH SEPATAN dan ASAL USUL NAMA SEPATAN

SEJARAH SEPATAN

I.ASAL  - USUL 
A.ASAL MULA NAMA “SEPATAN”Secara bahasa SEPATAN berasal dari bahasa sangsakerta SUPATA yang artinya adalah berjanji atau berucap. Sedangka nama Sepatan untuk nama Kecamatan Sepatan sendiri berasal dari kata Sipatan yang berarti batas atau pembatas yaitu sebuah alat yang sering dipergunakan oleh tukang – tukang bangunan atau kayu untuk menggaris atau membuat tanda pada bangunan atau kayu.
Sementara itu menurut cerita tutur tinular dari orang tua jaman dahulu, Sepatan atau Sipatan merupakan “Pembatas Ghoib” yang dibuat oleh orang tua jaman dahulu yang tinggal di wilayah Perdukuhan Sepatan untuk membatasi antara wilayah tuan tanah yang menguasai wilayah sebelah timur muara kali cisadane dengan wilayah yang dikuasai oleh pribumi di sebelah barat muara kali cisadane. Sehingga para tuan tanah dari etnis china tersebut tidak bisa menyebrang atau melewati batas wilayah yang dibuat tersebut. Sehingga tuan tanah – tuan tanah tidak bisa memperluas wilayahnya sampai ke wilayah Sepatan.

B.PENDUDUK
Berdasarkan laporan umum Komisi Inspeksi Kabupaten Jakarta dan Tanah Tinggi yang dibuat pada tanggal 29 Januari 1808 bahwa daerah Tangerang tidak memiliki penduduk asli. Karena penduduk asli asal daerah Tangerang itu sendiri adalah orang – orang Banten yang beberapa kali melakukan penyerbuan ke Jayakarta.
Orang – orang Banten yang menetap di Tangerang ini, selanjutnya bercampur dengan orang – orang Jawa dan Sunda. Orang Jawa yang datang ke Tangerang adalah para pengikut Fatahillah dari Demak yang menguasai Banten tahun 1526, dan kelompok – kelompok Kecil dari pasukan Mataram yang gagal mengepung kota Batavia pada tahun 1628 sampai dengan 1629.
Sedangkan orang Sunda yang datang ke Tanggerang, sebagian besar berasal dari Sumedang. Mereka datang ke Tangerang sekitar awal tahun 1630-an pasca pengepungan kota Batavia oleh pasukan Mataram. Orang Sunda lainnya, bisa jadi berasal dari daerah Jasinga dan Lebak. Karena kedua daerah tersebut pernah menjadi satu daerah administrasi pemerintahan, maka penduduk Tangerang pun menjadi bertambah dengan sejumlah etnis Jawa dan etnis Sunda.
Setelah penyerangan kota Batavia berakhir dengan kegagalan, sebagian pasukan Mataram dan juga pasukan Dipati Ukur tidak kembali ke daerah aslinya, tetapi memilih tinggal di Tangerang.
Penduduk Tangerang pun bertambah lagi dengan kedatangan orang Betawi. Menurut dugaan dan cerita, orang Betawi mulai masuk dan menetap di Tangerang sejak sebagian daerah Tangerang dikuasai oleh Kompeni Belanda sejak tahun 1659, dan Tangerang masuk ke dalam wilayah Batavia.
Adapula yang mengatakan, kedatangan orang – orang Betawi ke Tangerang diakibatkan oleh karena daerah Batavia terus – menerus dilanda banjir pada tahun 1680.
Semenjak Tangerang dikuasai Kompeni, maka penduduk Tangerang yang semula bersifat homogen, yakni hanya penduduk pribumi saja, kemudian berubah menjadi heterogen dengan keeradaan orang – orang China. Hal ini terjadi akibat tangerang menjadi tanah partikelir. Persil – persil tanah di wilayah Tangerang sebagian besar dikuasai oleh tuan – tuan tanah China.
Jumlah orang China yang tinggal di Tangerang semakin bertambah setelah terjadinya pemberontakan China di Batavia pada tahun 1740. Akibat peristiwa itu, Kompeni Belanda melarang orang – orang China tinggal di Batavia. Mereka di hanya diperbolehkan tinggal di daerah pinggiran kota Batavia. Oleh pihak Kompeni Belanda, mereka diharuskan tinggal secara berkelompok di sebuah kampung agar kegiatan mereka itu dapat diawasi oleh Kompeni Belanda dengan mudah.

» Read More...

Total Pageviews

Archives

Popular Posts

Labels

Blog roll

Blog Archive

Powered by Blogger.